Manajeman Sumber Daya Komputer
Tugas Bahasan DHCP
Disusun oleh :
1.
Resi Bimo s 11.0135
2.
Sixto da cruz 11.0118
3.
Abilio M.B Da Costa 11.0164
4.
Beato Selmi Fernatyanan 11.0155
DHCP
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat
jaringan sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan menggunakan IP. DHCP client menggunakan protokol DHCP
untuk memperoleh informasi konfigurasi, seperti alamat IP, rute default dan
satu atau lebih alamat server DNS dari server DHCP. DHCP client kemudian
menggunakan informasi ini untuk mengkonfigurasi inangnya. Setelah proses
konfigurasi selesai, tuan rumah mampu berkomunikasi di internet.
DHCP
server mengelola sebuah database alamat
IP yang tersedia dan informasi konfigurasi. Ketika menerima permintaan dari
klien, DHCP server menentukan jaringan
yang terhubung ke DHCP client, dan
kemudian mengalokasikan alamat IP atau awalan yang sesuai untuk klien, dan
mengirimkan informasi konfigurasi yang tepat untuk klien itu.
Karena
protokol DHCP harus bekerja dengan benar bahkan sebelum DHCP klien
dikonfigurasi, DHCP server dan DHCP
client harus terhubung ke jaringan penghubung yang sama. Pada jaringan yang lebih besar,
hal ini tidak praktis. Pada jaringan tersebut, setiap link jaringan berisi satu
atau lebih agen DHCP relay. Para agen relay DHCP menerima pesan dari DHCP
klien dan meneruskannya ke DHCP server.
DHCP server mengirim respon kembali ke agen relay, dan agen relay kemudian
mengirimkan respon tersebut ke DHCP klien
pada jaringan penghubung lokal.
Server
DHCP biasanya memberikan alamat IP kepada klien hanya untuk interval terbatas.
Klien DHCP bertanggung jawab untuk memperbarui alamat IP mereka sebelum
interval berakhir, dan harus berhenti
menggunakan alamat sekali interval berakhir, jika mereka belum mampu
memperbaharuinya.
DHCP
digunakan untuk IPv4 dan IPv6. Sementara kedua versi melayani banyak tujuan
yang sama rincian protokol untuk IPv4 dan IPv6 cukup berbeda sehingga mereka
bisa dianggap protokol yang terpisah
Host yang
tidak menggunakan DHCP untuk konfigurasi alamat masih bisa menggunakannya untuk
mendapatkan informasi konfigurasi lainnya. Atau, host IPv6 dapat menggunakan
autoconfiguration alamat berkewarganegaraan. IPv4 host dapat menggunakan alamat
link-lokal untuk mendapat konektivitas lokal yang terbatas.
Sejarah
DHCP
DHCP dikembangkan pada
tahun 1993, setelah melihat BOOTP tidak tepat untuk memberikan informasi
konfigurasi ke komputer. BOOTP (Bootstrap protocol) merupakan protokol
pendukung DHCP. BOOTP didasarkan pada UDP, karena itu BOOTP bukan protokol
“reliable” dalam hal ini tidak ada jaminan yang dilakukan oleh protokol bahwa
pesan yang dikirim dari klien akan sampai pada server, atau sebaliknya
Tujuan
DHCP
DHCP dibuat bertujuan sebagai berikut.
- Tidak ada manual konfigurasi pada klien
- Satu server dapat menangani banyak subnet. Administrator jaringan tidak perlu menyediakan sebuah komputer per subnet untuk memberikan layanan DHCP, karena itu DHCP hanya perlu bekerja melalui router melalui banyak subnet.
- Banyak server diijinkan. Untuk redundansi dan reliabilias, server dan klien harus dapat berhubungan dengan banyak server aktif pada satu jaringan
- Host-host yang terkonfigurasi secara statis harus berdampingan. Host-host yang untuk beberapa alasan memerlukan alamat IP yang sama, atau yang tidak dapat berpartisipasi dalam protokol DHCP, harus dapat bekerja dalam jaringan yang sama secara harmonis
- BOOTP berdampingan Implementasi-implementasi DHCP harus beroperasi dengan agen relai BOOTP dan memberikan layanan pada klien BOOTP.
- Jaminan alamat yang unik DHCP tidak boleh memberikan alamat IP yang sama pada banyak klien
- Menjaga informasi klien.DHCP harus menjaga parameter-parameter setiap klien dalam penyimpanan yang stabil sehingga server yang beroperasi lama tidak akan mempengaruhi integritas informasi
Cara kerja DHCP
Selain dapat menyediakan alamat
dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik
kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu. Contoh Cara
kerja sistem ini adalah:
![]() |
| Add caption |
- Pada suatu LAN, cukup ada SATU DHCP server. DHCP server ini diset untuk membagikan alamat IP dengan rentang tertentu, misal 192.168.0.100 - 192.168.0.199.
- Ada banyak komputer client. Setiap komputer diset agar TCP/IP nya memakai mode AUTO.
- Saat komputer client dihidupkan, dia akan menyebarkan permintaan alamat IP.
- DHCP server akan menangkap permintaan ini, lalu memberikan nomor IP unik dalam rentang yang telah ditentukan. Bersamaan dengan itu, juga dapat diberikan informasi lain seperti netmask, alamat dns server, maupun gateway
- client bisa men -set TCP/IP -nya sesuai informasi yang diberikan dan mulai bekerja.
- Alamat IP ini hanya pinjaman. Setelah selang waktu yang ditentukan, DHCP server akan menagihnya kembali agar dapat dipinjamkan ke client lain. Jadi client harus memperbaharui pinjamannya (leasing) secara berkala.
Kesimpulan
DHCP
adalah sistem pemberian IP Address secara dynamic/otomatis,yang memiliki protokol
yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan
pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. hal ini sangat memudahkan
bagi Administrator Jaringan untuk konfigurasi IP Address padamasing-masing
Client karena tidak susah susah untuk mengkonfigurasi masing-masing client
secara manual dan menghafalkannya. Cukup DHCP Server yang akan
mengkonfigurasinya.


tugasnya dhcp?hhehe
BalasHapustugas dhcp apa ?
BalasHapus