Minggu, 14 Oktober 2012

Tugas DHCP


Manajeman Sumber Daya Komputer
Tugas Bahasan DHCP








Disusun oleh :
1.           Resi Bimo s                                   11.0135
2.           Sixto da cruz                                  11.0118
3.           Abilio M.B Da Costa                       11.0164
4.           Beato Selmi Fernatyanan              11.0155




DHCP
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat jaringan sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan menggunakan  IP. DHCP client menggunakan protokol DHCP untuk memperoleh informasi konfigurasi, seperti alamat IP, rute default dan satu atau lebih alamat server DNS dari server DHCP. DHCP client kemudian menggunakan informasi ini untuk mengkonfigurasi inangnya. Setelah proses konfigurasi selesai, tuan rumah mampu berkomunikasi di internet.
         DHCP server  mengelola sebuah database alamat IP yang tersedia dan informasi konfigurasi. Ketika menerima permintaan dari klien, DHCP server  menentukan jaringan yang terhubung  ke DHCP client, dan kemudian mengalokasikan alamat IP atau awalan yang sesuai untuk klien, dan mengirimkan informasi konfigurasi yang tepat untuk klien itu.
Karena protokol DHCP harus bekerja dengan benar bahkan sebelum DHCP klien dikonfigurasi, DHCP server dan DHCP  client harus terhubung ke jaringan penghubung  yang sama. Pada jaringan yang lebih besar, hal ini tidak praktis. Pada jaringan tersebut, setiap link jaringan berisi satu atau lebih agen DHCP relay. Para agen relay DHCP menerima pesan dari DHCP klien  dan meneruskannya ke DHCP server. DHCP server mengirim respon kembali ke agen relay, dan agen relay kemudian mengirimkan respon tersebut ke DHCP klien  pada  jaringan penghubung lokal.
         Server DHCP biasanya memberikan alamat IP kepada klien hanya untuk interval terbatas. Klien DHCP bertanggung jawab untuk memperbarui alamat IP mereka sebelum interval  berakhir, dan harus berhenti menggunakan alamat sekali interval berakhir, jika mereka belum mampu memperbaharuinya.
         DHCP digunakan untuk IPv4 dan IPv6. Sementara kedua versi melayani banyak tujuan yang sama rincian protokol untuk IPv4 dan IPv6 cukup berbeda sehingga mereka bisa dianggap protokol yang terpisah
         Host yang tidak menggunakan DHCP untuk konfigurasi alamat masih bisa menggunakannya untuk mendapatkan informasi konfigurasi lainnya. Atau, host IPv6 dapat menggunakan autoconfiguration alamat berkewarganegaraan. IPv4 host dapat menggunakan alamat link-lokal untuk mendapat konektivitas lokal yang terbatas.


Sejarah DHCP
DHCP dikembangkan pada tahun 1993, setelah melihat BOOTP tidak tepat untuk memberikan informasi konfigurasi ke komputer. BOOTP (Bootstrap protocol) merupakan protokol pendukung DHCP. BOOTP didasarkan pada UDP, karena itu BOOTP bukan protokol “reliable” dalam hal ini tidak ada jaminan yang dilakukan oleh protokol bahwa pesan yang dikirim dari klien akan sampai pada server, atau sebaliknya

Tujuan DHCP
DHCP dibuat bertujuan sebagai berikut.

  1.    Tidak ada manual konfigurasi pada klien
  2.   Satu server dapat menangani banyak subnet. Administrator jaringan tidak perlu           menyediakan sebuah komputer per subnet untuk memberikan layanan DHCP, karena itu DHCP hanya perlu   bekerja melalui router melalui banyak subnet.
  3.  Banyak server diijinkan.  Untuk redundansi dan reliabilias, server dan klien harus dapat berhubungan dengan banyak server aktif pada satu jaringan
  4. Host-host yang terkonfigurasi secara statis harus berdampingan.  Host-host yang untuk beberapa alasan memerlukan alamat IP yang sama, atau yang tidak   dapat berpartisipasi dalam protokol DHCP, harus dapat bekerja dalam jaringan yang sama secara harmonis
  5. BOOTP berdampingan Implementasi-implementasi DHCP harus beroperasi dengan agen relai BOOTP dan    memberikan layanan pada klien BOOTP.
  6. Jaminan alamat yang unik  DHCP tidak boleh memberikan alamat IP yang sama pada banyak klien
  7. Menjaga informasi klien.DHCP harus menjaga parameter-parameter setiap klien dalam penyimpanan yang stabil sehingga server yang beroperasi lama tidak akan mempengaruhi integritas informasi





      
 Cara kerja DHCP
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu. Contoh Cara kerja sistem ini adalah:

Add caption

  1. Pada suatu LAN, cukup ada SATU DHCP server. DHCP server ini diset untuk membagikan alamat IP dengan rentang tertentu, misal 192.168.0.100 - 192.168.0.199.
  2. Ada banyak komputer client. Setiap komputer diset agar TCP/IP nya memakai mode AUTO.
  3. Saat komputer client dihidupkan, dia akan menyebarkan permintaan alamat IP.
  4. DHCP server akan menangkap permintaan ini, lalu memberikan nomor IP unik dalam rentang yang telah ditentukan. Bersamaan dengan itu, juga dapat diberikan informasi lain seperti netmask, alamat dns server, maupun gateway
  5. client bisa men -set TCP/IP -nya sesuai informasi yang diberikan dan mulai bekerja.
  6. Alamat IP ini hanya pinjaman. Setelah selang waktu yang ditentukan, DHCP server akan menagihnya kembali agar dapat dipinjamkan ke client lain. Jadi client harus memperbaharui pinjamannya (leasing) secara berkala.
  Kesimpulan
DHCP adalah sistem pemberian IP Address secara dynamic/otomatis,yang memiliki  protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. hal ini sangat memudahkan bagi Administrator Jaringan untuk konfigurasi IP Address padamasing-masing Client karena tidak susah susah untuk mengkonfigurasi masing-masing client secara manual dan menghafalkannya. Cukup DHCP Server yang akan mengkonfigurasinya.



2 komentar: